Pages

Thursday, January 7, 2010

Virus hati

1. Syirik Kecil (الشرك الأصغر )

عَنْ رَافِعِ بن خَدِيجٍ ، أَن ّرَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ ، يُقَالُ لِمَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ إِذَا جَاءَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ : اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فَاطْلُبُوا ذَلِكَ عِنْدَهُمْ .( الطبراني )

Dari Rafi’ Bin Khadij, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Para Shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?” beliau menjawab:“Riya, kelak akan dikatakan kepada orang yang melakukan riya ketika orang-orang datang dengan amal mereka: “pergilah kepada orang yang engkau jadikan tempat riyamu dan mintalah kepada mereka.” (HR. Ath-Thabrany)

2. Al-Wahn (الْوَهْنَ )

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ(أبو داود)

Dari Tsauban berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ada satu kemunngkinan akan tiba saatnya mereka (musuh Islam) berkumpul mengepung kamu sekalian seperti pemangsa menyerbu santapannya.” Seorang shahabat bertanya, apakah karena kita (umat Islam) pada masa itu sedikit (minoritas). Rasulullah SAW menjawab: “Tidak! Jumlah kalian pada saat itu mayoritas , tetapi kamu seperti buih yang diseret air bah. Pada saat itu Allah menghilangkan dari dada musuhmu rasa hormat dan segan terhadapmu dan menyematkan pada hati kalian “Al-Wahn”. Seorang shahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa “Al-Wahn” itu?” Beliau menjawab: “Gila dunia dan anti akhirat.” (HR. Abu Dawud)

3. Al-Kibr ( الكبر )

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ (مسلم)

Dari Abdullah Bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang pada hatinya ada sekecil rasa sombong.” Seorang berkata: “bagaimana jika seorang menyukai baju dan sandal yang bagus?!” beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong itu ialah menyembunyikan kebenaran dan melecehkan orang.” (HR. Muslim)

4. Hasud ( الحسد )

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ (ابو داود)

Dari Abu Hurairah: Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Waspadalah terhadap hasud, karena sesungguhnya hasud itu akan menggerogoti kebajikan sebagaimana api melalap kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

5. Al-Ghuluw ( الغلو )

Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: “Hai ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (QS. Al-Maidah:77)

NA’UDZU BILLAH MIN DZALIK…